NEW RIPPLES

(klik di sini untuk versi bahasa indonesia)

my river, my love, my memory of you
not drying up under the high sun
nothing short of grey, and true, and blue
take me right where i cannot run

my face, my guts, my ducks in a row
to reflect, digest, to leave ripples behind
to understand and yet never let go
for time is irrelevant in the likes of mind

beyond me is wars, prices and police
it’s old, it’s new, some eliminate too
my words, my solitary and my peace
are proof of everything of undervalue

d.o.
paris 30 may 2026

RIAK BARU

(click here of the english version)

sungaiku, cintaku, kenanganku akan dirimu
tak mengering di bawah terik matahari
tak kurang kelabu, dan sejati, dan biru
membawaku tepat di mana ku tak bisa lari

wajahku, ususku, bebekku yang berderet rapi
memantulkan, mencerna, meninggalkan riak
memahami dan tetap tak pernah melepaskan lagi
sebab waktu tak relevan dalam ihwal seperti pikiran

di luarku peperangan, harga dan polisi
ia lama, ia baru, dan sebagian melenyapkan
kata-kataku, kesendirianku, kedamaian ini
adalah bukti akan segala yang diremehkan

d.o.
paris, 30 mei 2026

SOBBING MERRIMENT

–jh

(klik di sini untuk versi bahasa indonesia)

where does tonight carry the seine
when the rain’s left, and sorrow’s no longer right
two pairs of shoes, one of them wet from the ground
taking their time finding the bridge

one by one lovers turned into loners
returned to where they belong –
in the prayers of hungry artists
far from the ghosts of my gentleness
stuttered in declaring their objections

where does the seine carry tonight
before the tower’s lights turned out
and all faith quietly drowned
like dust penetrating the surface
not lost, yet may no longer be found

there is no line i could denounce
about the god that’s closer than my neck vein
when my silence steamed up your glasses
— taking them off i hide from the sobbing merriment

london-sherborne, october 2024

KEGEMBIRAAN SESENGGUKAN

–jh

(click here for the english version)

ke mana malam ini membawa sungai seine
setelah hujan pergi, dan kesedihan tak benar lagi
dua pasang sepatu, yang satu basah karena hujan
mengambil waktu mencari jembatan

satu per satu, kekasih menjelma orang kesepian
kembali ke tempat mereka berada –
dalam doa seniman lapar
jauh dari hantu kelembutanku
gagu dalam menyatakan keberatan

ke mana sungai seine membawa malam ini
sebelum lampu menara dimatikan
dan semua kepercayaan diam-diam tenggelam
seperti debu yang menembus permukaan
tak hilang, namun tak lagi tertemukan

tak ada kalimat yang bisa kubatalkan
tentang tuhan yang lebih dekat dari urat leherku
ketika diamku menguap di kacamatamu
– menanggalkannya, kusembunyi dari kegembiraan sesenggukan

london – sherborne, oktober 2024