PASANG DI DEK

–wa

(click here to read the english version)

sekarang saat angin kencang sudah mereda
dan dari thames awan sudah mengangkat
semua yang menyerupa lautan hangat
— air mataku, nafas pagi kau dan aku
biar kulupakan hari-hari di depanku

sekarang sungai mengalir dengan tatapanku
sekarang pikiranku takjub dengan tatapanmu
langit lebih kelabu ketimbang hijau matamu
kita telan semua yang ramping itu
— crémant, nikmat badan, derita fana kita

matahari sedang setinggi keuntungan kita
kubilang siap mati sekarang sebelum neraka menyerang
kau tiba di pangkuanku seolah dari surga
kita masih punya dua gelas lagi kaubilang
untuk melewati pasang, menghidupkan khayalan kita

tentang selamanya, mungkin tentang kita berdua
satu ciuman lagi dan kau mesti pulang
sekeras masa lalu mencoba mencengkam
mesti kurengkuh kebebasanmu
: karena bebas diriku

d.o.
paris – london, 9 april 2026

CIUMAN PERTAMA

(click here for the english version)

tak menyembunyikan apa-apa bukanlah cara mencintaimu
menelantarkan impianku, mempercaya kata-katamu di tubuhku
hanya mencuri sihir dari hujan kota paris yang dulu
mengantarkan harapanku sepenuhnya kepada ketakutanmu

kau mencintaiku dengan memikul ketakutan dunia ini
mengambil semua ciumanku lalu membiarkanku sendirian berdiri
di jendela terbuka menara gelap musim dingin
siap terjun dari diriku sendiri demi satu ciuman kembali

ciuman yang tak menyembunyikan sesuatu sama sekali
seperti yang kaucicipkan di leherku pada jalan kaki kita pertama kali
sebelum kau mencoba menjelaskan bagaimana cara aman mencintai
sebelum kupertanyakan bagaimana cinta bisa tak memadai
sebelum pada akhirnya kaukecap di lidahmu sendiri
ketakutan dunia yang kaumasukkan ke dalam tubuh ini

d.o.
sherborne-paris-london, februari-maret 2026

JAM MAKAN MALAM DI PARIS

(read the english version here)

apa yang terjadi pada hatiku
ada yang jatuh, ada yang menguncup
kata-kata telah dirampas dari hujan
hujan tak mencuci apa pun dari pikiran

bayanganmu memasuki darahku
bagai paku karatan; gagal semua ketahanan
penderitaan adalah cinta tak terlatih
anak kecil yang sia-sia mencari dalih

aku tak bisa lagi berlari
dari tempat yang tak berwaktu
bait-baitmu tak menyerupai sama sekali
dunia yang kauhancurkan meski ada aku

ibu yang sendirian, keyakinan yang dikucilkan
kesunyian yang tak rusak lewat pertemanan
kuseret ke mana rinduku yang melepuh
akan meja makan atau rahasia menjadi utuh

sepanjang kekejaman malam
kukhianati diriku, paris dan penyakit lainnya
tapi masih saja hatiku bersetia
pada semua yang tak menyembunyikan apa-apa

paris, februari 2026

APA YANG TERJADI MALAM INI

(click here for the english version)

aku tak bisa menulis tentang malam ini
kata-kataku tak bisa menggambarkan hujan
seperti para penyair lain dalam kebenaran
ia cuma menguyupi tanahku tanpanya di sini

aku tak bisa menulis tentang malam ini
pikiranku tak bisa mengingat wajahnya
seperti tubuhku mengharapkan wangi
dan kejujuran dalam beberapa ciumannya

ke mana cinta pergi kalau tak bisa tinggal
ke masa lalu tempat dukaku istirah
ke masa depan tempan mimpi tak menanti
atau hancur saja dengan cara sendiri-sendiri

laki-laki dan perempuan melintasiku
tanpa memperhatikan payung di tangan
aku minta maaf tiap kali tertusuk mataku
sebab keberadaanku sepertinya kesalahan

aku tak bisa menulis tentang malam ini
sedang bayangannya dalam pelarian
tak bisa kuperbaiki salah yang dilakukan
pada terang, pada hatiku yang sendiri

d.o.
london, january 2026

KEGEMBIRAAN SESENGGUKAN

–jh

(click here for the english version)

ke mana malam ini membawa sungai seine
setelah hujan pergi, dan kesedihan tak benar lagi
dua pasang sepatu, yang satu basah karena hujan
mengambil waktu mencari jembatan

satu per satu, kekasih menjelma orang kesepian
kembali ke tempat mereka berada –
dalam doa seniman lapar
jauh dari hantu kelembutanku
gagu dalam menyatakan keberatan

ke mana sungai seine membawa malam ini
sebelum lampu menara dimatikan
dan semua kepercayaan diam-diam tenggelam
seperti debu yang menembus permukaan
tak hilang, namun tak lagi tertemukan

tak ada kalimat yang bisa kubatalkan
tentang tuhan yang lebih dekat dari urat leherku
ketika diamku menguap di kacamatamu
– menanggalkannya, kusembunyi dari kegembiraan sesenggukan

london – sherborne, oktober 2024

ASAP LAMA

(click here for the english version)

aku tak punya kenangan
untuk membuka percakapan
hanya ada bungah yang terus tumbuh
sementara kesempatan sudah mulai lumpuh

kata orang kalau diam saja berarti iya
tapi kamu tidak bertanya tentang apa-apa
selain angin, selain orang-orang lain
aku tak punya jawabannya

aku masih sering berdiri di dapur
pura-pura memasak tapi mengisak
hanya karena kita diam-diaman
seperti sepasang beban, seperti sekarang

kata orang kalau cinta ingat semuanya
setiap ciuman yang kalau dibahas
akan melukai makna ‘mantan pacar’
sementara dipendam bakal jadi memar

malam sudah singgah, “serokokan,” katamu
ada api meremas tanganku, dua kali
kukira waktunya sudah habis, walaupun waktu
tak ada urusannya dengan hatiku

yogyakarta-dorset, 2014

TABRAK LARI

(click here for the english version)

cahaya emas dari balik jendela pemilik ladang;
lagu perang melaju di bawah jembatan kereta yang terlantar;
ladang bunga minyak muncul dari balik pagar daun yang baru tumbuh
tak ada yang menyentuh

aku menghirup bekas luka di dalam otakku
hatiku tak berguna
begitu ausnya tak bisa dipakai berjalan!

papa, kau akan mencintaiku kalau kudekati tuhanmu;
dan mama, kau akan tanya kabarku kalau tak sedang sekarat?

tak ada tabrak lari sepanjang somerset-dorset malam ini
tapi mereka semua mati di tanjungkarang

angin menunggu, kukira
aku tak takut apa-apa

dorset, 2013

ANGIN TERAKHIR

(click here for the english version)

tak ada yang tahu betapa aku mencintainya
sejak kubuka semua pintu ke dalam mimpiku malam itu

ada ruang yang lebih besar dari langit di hatiku
untuknya, selamanya menjadi dia, selamanya dulu adalah dia

aku berlari untuk menangkapnya, kuciumi kulitnya
tak tahu kapan atau bagaimana harus berhenti

kutanggalkan semua pakaianku, aku telanjang di hadapannya
tak tahu kapan dia akan mengerti atau menyerah

aku bercinta dengannya, dari kulit hingga ke darah
kubiarkannya mencium bekas lukaku, dia buat aku meninggalkan tuhan

aku berbahagia dengan bunga dan masalah
aku biasa tersenyum dan tertawa sebelum aku menangis

kemudian di halaman aku duduk, di tengah hujan, menjadi hujan
angin berubah padaku, maka aku berubah padanya

dia terempas dari kegelisahanku
dia lenyap sebelum kami berpisah

pasir di pantai ingin kulupa
surat-surat di pintu sudah kusapu

tak ada yang tahu betapa aku mencintainya
tak ada yang mengerti aku bisa berhenti – tak bisa kujelaskan

yogyakarta, 2011

ANGGUR BUAT OLFATO

(click here for the english version)

kata orang, aku dan olfato berteman baik
meski kami hanya saling mencintai
aku adalah hati, dan olfato berarti naluri

aku menyukai kesedihan yang jatuh dari hujan
dan menetes dari anggur

karena mereka bening dan segar seperti kristal usia
—kamu dapat hidup di masa lalu selamanya;
karena olfato membenci airmata di tubuhku
dan aku dapat membuangnya setiap hujan itu datang

tapi aku tidak mengerti mengapa
olfato lebih menyukai perempuan yang bahagia
yang selalu kering dan baik-baik saja
yang dapat melihat yang benar dan salah pada cinta

di hari kami berpisah
aku menyimpan sisa anggur untuk masa tua kami
sebab, kata orang, aku dan olfato berteman baik
meski bagiku kami hanya saling mencintai

namun olfato tiba sebelum masa tua
ia datang bersama perempuan itu: akalnya
dan gelas yang kupunya cuma dua
jadi kusuguhi mereka dengan kata-kataku saja
sampai mereka pergi:
perempuan itu tak bisa mengambil milikku lagi!

beruntung, hujan turun kemudian
kutenggak anggur sendirian

yogyakarta, 2006

AGORAFOBIA

(click here for the english version)

malam lebaran
aku melipat sprei-sprei yang lusuh
dan kau tak menyukai perayaan jenis ini

kau tak lagi terhibur dengan baju-baju kotor di gantungan
atau dongeng tentang tuhan dalam roman-roman asia
semua yang tiba-tiba tampak begitu sederhana dan pribadi buatmu

tapi aku tak punya kendara menuju athena
dan telah jauh ketinggalan mode percakapan
kapal-kapal sudah lebih dulu tenggelam di kolam tetangga
buku-buku panduan pergaulan tak terbeli

apakah kau ingin aku memasukkan kata ‘radio’, ‘cogito’
atau ‘agorafobia’ ke dalam kamar kita yang cekung seperti kuburan?
anak-anak lebih setuju dengan bunga-bunga dan berisik tokek di atap rumah
mereka bisa tidur di rahimku jika kantung matamu
tak cukup hangat untuk penderita malaria

kami, dengan segenap kerumunan yang riang
menyediakan ruang istirah yang tak pernah ditawarkan
adegan film aksi, lebih-lebih isme eksistensi

“pulanglah, papa
hujan deras, genting bocor dan kami tak bisa menangkap petir”

berhentilah menawarkan kami kepada toko-toko buku
atau menggadaikan rumah untuk sejumlah perjudian pasca hastina
kita butuh uang untuk bayar tukang dan masak rendang

yogyakarta, 2003