FIRST KISS

(klik di sini untuk versi bahasa indonesia)

to have nothing to hide isn’t how to love you
to abandon my dreams, to trust your words in my body
only stole the magic from the parisian rain
that once delivered my hopes completely to your fears

to carry the fears of the world is how you loved me
to take away all my kisses then let me stand solitarily
by an opened winter’s window of a dark tower
ready to jump away from myself for a single return kiss

a kiss that has nothing to hide
like one you let me sample on my neck on our first walk
before you tried to explain how to love safely
before i questioned how love could be inadequate
before you tasted in your own tongue finally
the fears of the world which into my body you inserted

d.o.
sherborne-paris-london, feb-march 2026

CIUMAN PERTAMA

(click here for the english version)

tak menyembunyikan apa-apa bukanlah cara mencintaimu
menelantarkan impianku, mempercaya kata-katamu di tubuhku
hanya mencuri sihir dari hujan kota paris yang dulu
mengantarkan harapanku sepenuhnya kepada ketakutanmu

kau mencintaiku dengan memikul ketakutan dunia ini
mengambil semua ciumanku lalu membiarkanku sendirian berdiri
di jendela terbuka menara gelap musim dingin
siap terjun dari diriku sendiri demi satu ciuman kembali

ciuman yang tak menyembunyikan sesuatu sama sekali
seperti yang kaucicipkan di leherku pada jalan kaki kita pertama kali
sebelum kau mencoba menjelaskan bagaimana cara aman mencintai
sebelum kupertanyakan bagaimana cinta bisa tak memadai
sebelum pada akhirnya kaukecap di lidahmu sendiri
ketakutan dunia yang kaumasukkan ke dalam tubuh ini

d.o.
sherborne-paris-london, februari-maret 2026

JAM MAKAN MALAM DI PARIS

(read the english version here)

apa yang terjadi pada hatiku
ada yang jatuh, ada yang menguncup
kata-kata telah dirampas dari hujan
hujan tak mencuci apa pun dari pikiran

bayanganmu memasuki darahku
bagai paku karatan; gagal semua ketahanan
penderitaan adalah cinta tak terlatih
anak kecil yang sia-sia mencari dalih

aku tak bisa lagi berlari
dari tempat yang tak berwaktu
bait-baitmu tak menyerupai sama sekali
dunia yang kauhancurkan meski ada aku

ibu yang sendirian, keyakinan yang dikucilkan
kesunyian yang tak rusak lewat pertemanan
kuseret ke mana rinduku yang melepuh
akan meja makan atau rahasia menjadi utuh

sepanjang kekejaman malam
kukhianati diriku, paris dan penyakit lainnya
tapi masih saja hatiku bersetia
pada semua yang tak menyembunyikan apa-apa

paris, februari 2026

APA YANG TERJADI MALAM INI

(click here for the english version)

aku tak bisa menulis tentang malam ini
kata-kataku tak bisa menggambarkan hujan
seperti para penyair lain dalam kebenaran
ia cuma menguyupi tanahku tanpanya di sini

aku tak bisa menulis tentang malam ini
pikiranku tak bisa mengingat wajahnya
seperti tubuhku mengharapkan wangi
dan kejujuran dalam beberapa ciumannya

ke mana cinta pergi kalau tak bisa tinggal
ke masa lalu tempat dukaku istirah
ke masa depan tempan mimpi tak menanti
atau hancur saja dengan cara sendiri-sendiri

laki-laki dan perempuan melintasiku
tanpa memperhatikan payung di tangan
aku minta maaf tiap kali tertusuk mataku
sebab keberadaanku sepertinya kesalahan

aku tak bisa menulis tentang malam ini
sedang bayangannya dalam pelarian
tak bisa kuperbaiki salah yang dilakukan
pada terang, pada hatiku yang sendiri

d.o.
london, january 2026

SOBBING MERRIMENT

–jh

(klik di sini untuk versi bahasa indonesia)

where does tonight carry the seine
when the rain’s left, and sorrow’s no longer right
two pairs of shoes, one of them wet from the ground
taking their time finding the bridge

one by one lovers turned into loners
returned to where they belong –
in the prayers of hungry artists
far from the ghosts of my gentleness
stuttered in declaring their objections

where does the seine carry tonight
before the tower’s lights turned out
and all faith quietly drowned
like dust penetrating the surface
not lost, yet may no longer be found

there is no line i could denounce
about the god that’s closer than my neck vein
when my silence steamed up your glasses
— taking them off i hide from the sobbing merriment

london-sherborne, october 2024

KEGEMBIRAAN SESENGGUKAN

–jh

(click here for the english version)

ke mana malam ini membawa sungai seine
setelah hujan pergi, dan kesedihan tak benar lagi
dua pasang sepatu, yang satu basah karena hujan
mengambil waktu mencari jembatan

satu per satu, kekasih menjelma orang kesepian
kembali ke tempat mereka berada –
dalam doa seniman lapar
jauh dari hantu kelembutanku
gagu dalam menyatakan keberatan

ke mana sungai seine membawa malam ini
sebelum lampu menara dimatikan
dan semua kepercayaan diam-diam tenggelam
seperti debu yang menembus permukaan
tak hilang, namun tak lagi tertemukan

tak ada kalimat yang bisa kubatalkan
tentang tuhan yang lebih dekat dari urat leherku
ketika diamku menguap di kacamatamu
– menanggalkannya, kusembunyi dari kegembiraan sesenggukan

london – sherborne, oktober 2024

PLATH: THIS IS NOT I 

SONY DSCSeven years ago, I was invited to perform my poetry in Jakarta on one of the two nights of a literary event.

I just finished, at that time, a poetry performance project with some young musician and artist friends and had successfully performed in two cities. However, the committee of the event in Jakarta wanted me to perform alone, just me and my poetry, or in the man-in-charge’s own words: “could you just come without your boyfriend?” He sounded bitter, and he was wrong – my then boyfriend had nothing to do with art except that of making me cry. Love, love, love… Continue reading

ASAP LAMA

(click here for the english version)

aku tak punya kenangan
untuk membuka percakapan
hanya ada bungah yang terus tumbuh
sementara kesempatan sudah mulai lumpuh

kata orang kalau diam saja berarti iya
tapi kamu tidak bertanya tentang apa-apa
selain angin, selain orang-orang lain
aku tak punya jawabannya

aku masih sering berdiri di dapur
pura-pura memasak tapi mengisak
hanya karena kita diam-diaman
seperti sepasang beban, seperti sekarang

kata orang kalau cinta ingat semuanya
setiap ciuman yang kalau dibahas
akan melukai makna ‘mantan pacar’
sementara dipendam bakal jadi memar

malam sudah singgah, “serokokan,” katamu
ada api meremas tanganku, dua kali
kukira waktunya sudah habis, walaupun waktu
tak ada urusannya dengan hatiku

yogyakarta-dorset, 2014

ROADKILL

(klik di sini untuk versi bahasa indonesia)

a golden light through the farmer’s window
a song from the war as i pass under the abandoned railway bridge
a field of rape rising up from behind the young hedges
none of it touches me

i am breathing scars in my brain
my heart is useless
it is so worn out i can’t walk in it!

papa would you love me if i befriended your god;
and mama would you ask how i am if you were not dying?

there is no road kill from somerset to dorset tonight
but they’re all dead in tanjungkarang

the wind is waiting, i suppose
nothing am i fearing

dorset, 2013

THE FINAL WIND

(klik di sini untuk versi bahasa indonesia)

nobody knows how much i loved him
since the night i opened every door to my dreams

there was a space bigger than the sky in my heart
for him, forever became him, forever was him

i ran to catch him, i smelt his skin
knowing not when to stop or how

i took off all my clothes, i was naked before him
knowing not when he’d understand or give up

i made love to him, from skin to blood
i let him kiss my scars, he made me leave god

i was overjoyed with all the flowers and the strife
i used to smile and laugh until i cried

then i sat there in the garden, in the rain, raining
the wind changed for me, so i changed for it

he was blown away from my nerves
he was gone before we said good bye

the sand in the beach i want to forget
the letters at the door i have swept

nobody knows how much i loved him
nobody knows how i stopped – i can’t explain

yogyakarta, 2011